Gangguan listrik menjadi salah satu kondisi yang perlu dipertimbangkan ketika memasang home lift di hunian. Saat suplai listrik utama terputus, sistem membutuhkan mekanisme yang membantu menangani posisi kabin dan pengguna. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah Automatic Rescue Device atau ARD.
ARD merupakan perangkat yang dirancang untuk menjalankan prosedur penyelamatan ketika listrik utama mengalami gangguan. Pada konfigurasi tertentu, sistem menggunakan sumber daya cadangan untuk membawa kabin menuju lantai atau posisi yang memungkinkan pengguna keluar dengan aman.
1. Apa Itu Automatic Rescue Device?
Automatic Rescue Device atau ARD merupakan sistem pendukung keselamatan yang dapat bekerja ketika home lift kehilangan suplai listrik utama. Dalam kondisi normal, lift menggunakan listrik bangunan untuk menjalankan motor, controller, pintu, sensor, dan perangkat lainnya.
Ketika pemadaman terdeteksi, ARD menjalankan prosedur rescue menggunakan sumber daya cadangan sesuai konfigurasi unit. Tujuannya bukan mempertahankan operasi normal, melainkan membantu membawa kabin menuju posisi yang memungkinkan pengguna keluar.
2. Sistem Mendeteksi Gangguan Listrik
Cara kerja ARD dimulai ketika sistem mendeteksi kehilangan suplai listrik utama. Controller dan perangkat terkait membaca perubahan kondisi tersebut, kemudian operasi normal dihentikan dan sistem beralih ke mode penyelamatan.
Karena ARD terintegrasi dengan sistem kontrol, kompatibilitas antara controller, motor, brake, sensor, pintu, dan sumber daya cadangan menjadi bagian penting dari perencanaan.
3. Sumber Daya Cadangan Mulai Bekerja
Setelah listrik utama terputus, ARD menggunakan sumber energi cadangan untuk menjalankan prosedur rescue. Daya tersebut digunakan untuk mengontrol komponen yang diperlukan selama proses penyelamatan.
ARD tidak ditujukan untuk membuat lift tetap beroperasi naik turun secara normal ketika listrik padam. Fungsinya lebih spesifik untuk membantu memindahkan kabin menuju posisi penyelamatan sesuai rancangan unit.
4. Sistem Mengontrol Motor dan Brake
Pada home lift dengan sistem traction, brake membantu menahan kabin ketika lift berhenti. Dalam prosedur rescue, ARD bekerja bersama controller dan sistem penggerak untuk mengatur motor serta brake.
Brake dapat dilepas secara terkontrol agar kabin bergerak menggunakan energi cadangan. Seluruh proses berlangsung berdasarkan parameter yang telah ditentukan dan tidak membiarkan kabin bergerak secara bebas.
5. Kabin Bergerak Menuju Posisi Aman
Setelah mode rescue aktif, kabin bergerak menuju lantai atau posisi penyelamatan sesuai konfigurasi home lift. Sensor memberikan informasi posisi kepada controller, kemudian sistem mengatur pergerakan menggunakan daya yang tersedia.
Tujuan perjalanan adalah membawa kabin ke posisi yang memungkinkan pengguna melakukan evakuasi, bukan melanjutkan perjalanan normal seperti saat listrik tersedia.
6. Sistem Melakukan Leveling
Ketika kabin mendekati lantai tujuan, sensor dan controller membantu menentukan posisi pemberhentian. Sistem leveling kemudian menyelaraskan lantai kabin dengan lantai bangunan.
Setelah posisi yang ditentukan tercapai, pergerakan dihentikan dan brake kembali membantu mempertahankan posisi kabin. Motor, sensor, controller, dan perangkat pengereman bekerja secara terintegrasi selama proses ini.
7. Pintu Dibuka untuk Evakuasi
Setelah kabin berada pada posisi yang sesuai, sistem dapat menjalankan prosedur pembukaan pintu berdasarkan konfigurasi unit. Pintu tidak otomatis terbuka hanya karena listrik padam.
Sistem terlebih dahulu memastikan kabin berada pada kondisi yang memenuhi parameter keselamatan. Setelah itu, pengguna dapat keluar sesuai prosedur yang diterapkan.
8. ARD Perlu Diperhatikan Saat Instalasi
Keandalan ARD tidak hanya bergantung pada perangkatnya. Instalasi home lift juga harus dilakukan sesuai spesifikasi produk agar controller, motor, brake, sensor, sumber daya cadangan, dan sistem pintu dapat bekerja sebagai satu kesatuan.
Setelah pemasangan selesai, fungsi ARD perlu diperiksa melalui testing dan commissioning untuk memastikan sistem mampu mendeteksi gangguan listrik dan menjalankan prosedur rescue sebagaimana dirancang.
9. ARD Membutuhkan Maintenance Berkala
Meskipun digunakan dalam kondisi tertentu, ARD tetap membutuhkan pemeriksaan berkala. Pemeriksaan dapat mencakup sumber daya cadangan, koneksi elektrikal, controller, sensor, brake, serta fungsi rescue secara keseluruhan.
Kondisi baterai atau sumber energi cadangan juga perlu diperhatikan karena kemampuannya dapat berubah seiring waktu. Jadwal maintenance sebaiknya mengikuti rekomendasi produsen.
Periksa ARD Sebelum Memilih Home Lift
Automatic Rescue Device merupakan salah satu teknologi keselamatan yang perlu dipahami sebelum memilih home lift. Sistem ini bekerja melalui beberapa tahapan, mulai dari mendeteksi gangguan listrik, mengaktifkan sumber daya cadangan, mengendalikan sistem penggerak, membawa kabin menuju posisi penyelamatan, melakukan leveling, hingga memberikan akses keluar.
Namun, ARD bukan satu-satunya aspek keselamatan. Sistem pengereman, door interlock, sensor pintu, alarm, overload protection, dan fitur lainnya juga perlu diperiksa dalam spesifikasi home lift.
Konsultasikan Home Lift Shanghai Mitsubishi
Sedang merencanakan pemasangan home lift? Anda dapat berkonsultasi mengenai produk home lift Shanghai Mitsubishi, mulai dari kapasitas kabin, sistem penggerak, kebutuhan shaft, pit dan headroom, kelistrikan, ARD, hingga fitur keselamatan lainnya.
Tim kami siap membantu menentukan spesifikasi yang sesuai dengan kondisi bangunan, kebutuhan pengguna, teknologi, dan anggaran hunian Anda.